Monday, 23 December 2013

Posted by Unknown On 18:12

Membuat sumber cahaya malam hari tampak berpendar seperti bintang membuat foto malam kita tampak lebih keren. Efek ini biasanya disebut efek starburst. Untuk membuat starburst, hal mendasar yang harus kita pahami adalah membuat bukaan lensa sekecil mungkin, artinya kita sebaiknya menggunakan angka aperture yang besar (f/11 s.d f/22) dan sebaiknya memanfaatkan lensa yang memiliki focal length lebih pendek.
Kenapa harus seperti itu? well, penjelasannya akan panjang. Singkatnya adalah secara fisika cahaya akan mengalami difraksi (penyebaran) saat melewati lubang sempit. Sifat penyebaran cahaya inilah yang membuat sumber cahaya (lampu, bulan, matahari) akan terlihat berpendar dan memiliki lidah, jumlah lidah akan bergantung pada jumlah bilah (blade) aperture dalam lensa anda, lihat spek lensa yang anda miliki, pasti akan ada tertulis “aperture blade”. Daripada kelamaan, let's check it out!!
Kalau masih belum jelas, silahkan lihat gambar berikut ini :

Gambar di atas menunjukkan, semakin kecil bukaan (angka f semakin besar), lidah cahaya akan semakin maksimal. Sementara di angka f yang kecil, sumber cahaya tampak tanpa burst sama sekali.

Tips Foto Starburst Malam Hari :

lite-bright



1.     Gunakan Tripod – Memotret malam hari dengan angka f yang besar, misal foto diatas dengan f/18, membuat shutter speed akan sangat lama, bfoto diatas 25 detik kenapa?. Jadi pastikan anda memakai tripod agar hasil foto tidak seperti lukisan grafiti.
2.     Perhatikan setting kamera – Untuk jenis foto seperti ini, gunakan angka f yang besar: f/11 atau lebih besar. Set ISO di angka yang rendah, dibawah 400, karena kita akan memotret long exposure. Anda bisa menggunakan mode manual maupun aperture priority, yang jelas perhatikan angka metering kamera. Untuk pemotretan malam hari seperti ada kecenderungan hasil akan over exposure (terlalu terang), jadi pakai exposure compensationangkanya bervariasi tergantung dari lingkungan sekitar, coba pakai under 1 stop sebagai awal dan sesuaikan setelahnya.
3.     Setting Fokus – Dengan angka aperture besar, kita tidak akan terlalu pusing memikirkan fokus, namun kalau mau aman ambil titik fokus secara manual, atau set di infinity.
4.     Manfaatkan highlight alert kamera – anda tahu kan? itu lho peringatan bling-bling yang muncul di LCD saat kita memotret subyek yang terang.
5.     Mulai Memotret – dan jangan malas mengulang dan mengubah setting kalau hasilnya belum sesuai keinginan.

Selamat Mencoba!! :)

Sunday, 22 December 2013

Posted by Unknown On 20:38


Astrofotografi adalah salah satu seni fotografi yang mengambil foto objek seputar langit malam dan objek-objek langit lainnya seperti planet, bulan, galaksi, nebula, cluster dan bintang-bintang. Bagi sebagian orang, astrofotografi merupakan hobby yang sangat mengasyikkan. 
Pada sesi kali ini saya ingin berbagi tips kepada kawan-kawan bagaimana cara memotret bintang di langit malam dengan tingkatan pemula/dasar/basic. Namun sebelum menginjak lebih jauh akan saya paparkan beberapa syarat yang harus dan wajib ada untuk membuat sebuah karya astrofotografi. Berikut persyaratan yang harus dipenuhi untuk membuat sebuah foto langit yang berlatar belakang kan objek bintang-bintang.
1. Kamera harus mendukung pengaturan “Manual” dan tekhnik “Long Exposure”. Dimana shutter speed/Exposure time dapat diatur hingga beberapa detik.
2.  Langit malam yang bebas dari polusi cahaya. Definisi utama dari langit malam yang terbebas dari polusi cahaya adalah langit tidak diterangi oleh cahaya-cahaya lampu kota dan langit bersih dari polusi udara(asap), awan maupun kabut. Salah satu indikator yang dapat digunakan adalah mata kita dapat melihat banyak bintang dilangit. Jika hanya satu atau dua bintang yang terlihat maka bisa jadi polusi cahaya sudah sangat tinggi. Tempat terbaik untuk memotret bintang adalah di desa, pegunungan, tepi pantai ataupun tempat yang jauh dari lampu-lampu perkotaan.



Perbedaan langit sebelum dan sesudah terpolusi oleh cahaya. Langit yang sudah terkena polusi cahaya, saat dipotret suasana langit malam akan tampak seperti langit siang hari. Sedang pada langit yang bebas atau minim dengan polusi cahaya, langit tetap akan gelap meskipun dipotret dengan exposure time yang sama.
Setelah dua persyaratan itu dapat dipenuhi maka selanjutnya saya akan paparkan bagaimana cara mensetting kamera agar kamera dapat memotret bintang-bintang dilangit malam. Dalam tutorial ini saya menggunakan kamera DSLR level pemula yaitu Kamera Canon EOS 500D. Pada dasar nya, semua kamera DSLR(Digital Single Lens Reflex) memiliki settingan yang sama hanya saja penempatan tombol dan tampilannya yang berbeda.
Setting Kamera dengan tekhnik Long Exposure
Tepatkan settingan kamera pada mode M atau Manual



Masuk pada settingan Manual, berikan setingan sebagai berikut:

  • ·         ISO 3200 (semakin tinggi semakin baik karena peka terhadap cahaya)
  • ·         F4.0 (atau angka terkecil)
  • ·         Picture Style Landscape
  • ·         Exposure time 30″ (30 detik)

·         Kualitas gambar Raw + L atau menyesuaikan kapasitas memory boleh menggunakan Small, Medium atau Large.
Deskripsi:
ISO atau ASA merupakan tingkat kepekaan cahaya pada sensor kamera dalam menangkap banyakya cahaya. Semakin tinggi angka ISO nya maka semakin tinggi kepekaan sensor kamera terhadap cahaya yang didapat dari objek yang di potret.
F4.0 merupakan setingan diafragma pada kamera. Diafragma pada kamera berfungsi sebagai pengatur banyak sedikit nya cahaya yang masuk kedalam sensor kamera. Semakin kecil angka diafragma maka semakin lebar diafragma yang dibuka dan cahaya yang masuk semakin banyak.
Exposure time 30″ merupakan setingan waktu dari lamanya sensor kamera dalam menangkap cahaya. Semakin lama maka akan semakin banyak cahaya yang di dapatkan.
Picture Style. Picture style yang akan kita gunakan adalah Landscape. Karena kita memotret langit malam dan cenderung objek yang di potret bersudut pandang lebar dan luas maka disarankan menggunakan setingan landscape agar warna yang didapat lebih maksimal.Tidak menutup kemungkinan anda dapat mencoba Potrait dan Neutral
Kualitas gambar. Kualitas gambar merupakan pilihan yang dapat anda sesuaikan terhadap kebutuhan dan kapasitas memory yang anda gunakan. Dalam tutorial ini anda boleh menggunakan setingan Large, Medium maupun Small. So up to you
Cara Memasukkan settingan

ISO

Untuk mengganti ISO, tekan tombol ISO dan pilih angka ISO seperti yang diinginkan.



Diafragma
Tekan dan tahan tombol Av kemudian putar “Shutter Speed” kekanan atau kekiri.

Exposure time

Putar “Shutter Speed” kekiri

Picture Style

Tekan tombol kebawah maka akan muncul Settingan Picture Style. Pilih Landscape

Setelah kamera disetting pada mode Manual dengan exposure time 30 detik, kini saat nya kita memotret bintang-bintang dilangit.
Memotret bintang dilangit

Pastikan lensa telah fokus terhadap objek berjarak jauh. Jika kesulitan mengambil fokus, ubah setting lensa menjadi auto focus (AF) dan ubah exposure time ke 10″ kemudian arah kan lensa ke titik cahaya (lampu) terjauh dan paling terang. Cobalah untuk memotret lampu atau cahaya terang tersebut. Setelah itu lihat hasil nya. Jika hasil foto ternyata sudah fokus maka ubah setingan lensa dari autofocus ke manual dan kembalikan exposure time dari 10″ menjadi 30″.

Contoh Hasil fokus lensa yang out focus dan focus.

Kini kamera siap untuk memotret bintang-bintang dilangit malam. Pasang kamera pada tripod anda dan mulailah mengarahkan kamera ke atas khusus nya langit malam yang berlatar belakangkan bintang2x. Setelah anda yakin siap untuk memotret bintang, pastikan tripod & kamera sudah terkunci dan tidak ada gerakan sedikitpun pada kamera & tripod. Tekan shutter dan biarkan kamera memotret langit selama 30 detik. Ingat! pada saat proses pemotretan dilarang menggerakkan kamera maupun tripod karena sedikit getaran saja bisa membuat foto dari bintang menjadi bergaris(trail). Selamat mencoba dan selamat memotret langit malam yang bertaburkan bintang-bintang. :) 

Friday, 20 December 2013

Posted by Unknown On 20:50

Dunia fotografi itu sangat luas dan ada sangat banyak objek yang bisa menjadi target Anda bahkan bisa menjadi fokus dalam fotografi Anda setaip harinya. Bila sebelumnya saya pernah mengulas sekilas mengenai fotografi makanan yang kini juga menjadi salah satu profesi menarik, maka kali ini saya akan mencoba mengulas fotografi arsitektur yang juga bisa menjadi pilihan profesi.
Teknik Dasar Dalam Fotografi Arsitektur
Dunia arsitektur juga sebuah dunia yang menarik. Karena dalam dunia arsitek terdapat beragam warna dan tekstur. Setiap bangunan punya pesona masing-masing dengan sentuhan yang bernilai seni. Inilah yang bisa menjadi ekspose Anda.
Menariknya, fotografi arsitektur ini memiliki banyak konsumen. Anda bisa mendapatkan konsumen dari pasar dunia rancang bangun hingga konsumen awam yang hanya tertarik pada desain sebagai ilmu tambahan mereka, atau inspirasi mereka.
Lalu untuk mendapatkan foto yang menarik dalam fotografi arsitektur, apa yang harus Anda lakukan? Beberapa hal ini bisa menjadi jawaban Anda.
  1. Kelilingi bangunan terlebih dulu dan pahami setiap detil dari bangunan, temukan konsep dasarnya, ciri khasnya dan juga identifikasinya. Beberapa gedung memiliki ciri sangat khas, atau memiliki suatu poin yang bisa menjadi identifikasinya. Misalkan memotret bangunan ruma gadang yang sekilas sama saja dengan banyak rumah panggung lain kecuali sudut tajam pada sisinya sebagai identifikasi.
  2. Jauhi bangunan, dan temukan angle yang bisa mendapatkan keseluruhan bagian bangunan dari sudut pandang terbaik. Lebih sempurna bila Anda bisa membangun sebuah cerita dengan melibatkan outsiders ( bagian luar dari gedung) dalam foto dan mengkoneksikannya dengan gedung. Seperti memotret gedung DPR dengan menyertakan para kesatuan pengamanan di depannya.
  3. Bidik dengan meletakan fokus pada poin identifikasi bisa memberikan Anda foto yang bernilai seni dan arsitek tinggi.
  4. Bidik pula beberap detil khusus yang memberi Anda pesona unik dari bangunan, misalkan detil ukiran, detil pilar atau detil pagar. Ciptakan efek blur pada sisi lain untuk menajamkan gambar dan bisa pula membangun cerita dari efek blur ini.
  5. Bidik bangunan dari sudut rendah dan wide lens dan hasilkan foto wide yang cantik untuk bangunan.
  6. Jangan lupa bidik gambar untuk menggambarkan desain bangunan, lakukan dari beragam sudut untuk membantu konsumen foto menggambarkan seluruh bentuk bangunan secara utuh.
  7. Kadang kala memotret arsitektur tidak selalu berarti pemotretan outdoor, karena kadang kala sisi dalam arsitektural bangunan juga sangat menarik anda eskpose. Jadi atur kamera Anda untuk set indoor dan lakukan cara seperti poin 1 -6.

Tuesday, 10 December 2013

Posted by Unknown On 21:13
Oke, visitors! Kali ini, saya akan meng-upload gambar yang berkaitan dengan fotografi, nih! Langsung saja kita lihat yang di bawah ini. Let’s check it out!!